Minggu, 07 Desember 2014

Audit Security

Audit Security
A.   Audit Jaringan Komputer
1.      Audit
Audit adalah suatu proses yang sistematik untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian , dengan tujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta menyampaikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan 

2.      Sasaran
a.       Dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan suatu jaringan komputer.
b.      Dapat mengevaluasi sistem keamanan pada jaringan komputer.
c.       Memahami konsep dasar audit jaringan komputer.
d.      Memahami dasar-dasar teknik audit jaringan komputer.
e.       Mengetahui dan memahami fasilitas yang sudah ada, dan untuk lebih di tingkatkan

3.      Jenis Audit
Audit jaringan komputer secara umum dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Performance Audit dan Security Audit. Performance Audit lebih menitikberatkan pada peningkatan kinerja jaringan komputer. Sedangkan Security Audit lebih menitikberatkan pada sistem keamanan jaringan komputer. Pembahasan ini akan menjelaskan teknik audit dengan pendekatan secara umum yang berlaku di kedua jenis audit di atas.

a.       Performance Audit
     Performance audit adalah sebuah audit dalam rangka mendapatkan gambaran mengenai kinerja sebuah organisasi/perusahaan secara keseluruhan. Performance audit lebih menekankan pada aspek kebutuhan organisasi dalam meningkatkan proses bisnis dan memenangkan kompetisi. Performance audit akan menghasilkan angka – angka yang harus diambil oleh organisasi/perusahaan.
     Performance audit adalah pengujian yang objektif dan sistematis yang berkaitan dengan program, aktifivas, fungsi, sistem manejemen dan prosedur melalui assesmen dalam rangka pencapaian target yang ada untuk mendapatkan keuntungan secara ekonomi, efisien dan efektifitas penggunaan sumber daya yang ada.
Security Audit
Security audit adalah penilaian atau evaluasi teknis yang sistematis dan teukur mengenai keamanan komputer dan aplikasinya.
Audit keamanan komputer ini terdiri dari dua bagian, yaitu:
v Penilaian otomatis
Berkaitan dengan pembuatan laporan audit yang dijalankan oleh suatu perangkat lunak terhadap perubahan status file dalam komputer: create, modify, delete dll
v Penilian non – otomatis
Berhubungan dengan kegiatan wawancara kepada staf yang menangani komputer, evaluasi kerawanan dan keamanan komputer, pengamtan terhadap semua akses ke sistem operasi dan software aplikasinya, serta analisis semua akses fisik terhadap sistem komputer secara menyeluruh.

4.      Hal-hal yang perlu di audit dalam system anda adalah:
  1. URL Manipulation
  2. SQL Injection
  3. Cross-site scripting attack
  4. Back-end authentication
  5. Password brute force
  6. Session hijacking
  7. Web server configuration
  8. Server side programming (PHP, ASP) testing
  9. Logical web programming
  10. Testing Denial of Services
  11. Data validation
  12. Information Gathering

5.      Metode Audit Jaringan
Proses audit untuk jaringan komputer akan semakin kompleks jika sistemnya semakin besar dan terintegrasi satu sama lainnya. Untuk mempermudah hal tersebut, teknik audit terhadap jaringan komputer harus di break-down berdasarkan layer-layer dari 7-layer pada Open System Interconnection (OSI). Pendekatan auditnya dapat dilakukan dari dua arah, yaitu pendekatan Top-down dan pendekatan Bottom-up.


6.      Identifikasi Melalui Layer OSI
Sebelum melakukan audit, ada baiknya terlebih dulu mengetahui mengenai komponen apa saja yang terdapat di tiap-tiap layer. Hal ini berfungsi untuk memudahkan kita dalam menentukan target audit (obyek yang akan di audit).

7.      Pendekatan Top-down
Audit dengan pendekatan Top-down adalah dengan memulai melakukan identifikasi dari layer OSI yang tertinggi, yaitu Application Layer menuju ke layer yang terendah, yaitu Physical Layer. Berarti audit dilakukan dari perangkat lunak (software) aplikasi komunikasi dan berakhir di infrastruktur komunikasi.

8.      Pendekatan Bottom-up
Audit dengan pendekatan Bottom-up adalah kebalikan dari pendekatan Top-down, yaitu dengan memulai melakukan identifikasi dari layer OSI yang terendah, yaitu Physical Layer menuju ke layer yang tertinggi, yaitu Application Layer. Dalam hal ini audit dimulai dari infrastruktur komunikasi dan berakhir di perangkat lunak (software) aplikasi komunikasi.

9.      Prosedur audit
a.       Memeriksa apakah ada fungsi manajemen Jaringan yang kuat dengan otoritas untuk membuat standar dan prosedur
b.      Memeriksa apakah tersedia dokumen mengenai inventarisasi peralatan Jaringan, termasuk dokumen penggantian peralatan
c.       Memeriksa apakah tersedia prosedur untuk memantau network usage untuk keperluan peningkatan kinerja dan penyelesaian masalah yang timbul
d.      Memeriksa apakah ada control secara aktif mengenai pelaksanaan standar untuk aplikasi-aplikasi on-line yang baru diimplementasikan






B.   Audit Keamanan Jaringan Komputer
Secara garis besar, audit terhadap sebuah sistem keaman jaringan komputer kedalam kategori yaitu: aduti terhadap hak ases (privilege audit), audit terhadap penggunaan sumber daya (usage audit), audit terhadapt eskaliasi (escalation audit).
1.      Privilage Audit
Audit jenis ini tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi apakah “group”, “roles” dan “account” sudah diterapkan dengan tepat dalam sebuah organisasi dan keamanan yang diterapkan didalamnya juga sudah tepat. Audit ini juga melakukan verifikasi apakah kebijakan – kebijakan yang diterapkan dalam sebuah organisasi diikuti dengan benar atau belum sudah akurat atau belum dan apakah akses ke sistem sudah di terapkan dengan benar.
Gambar 1 Privilege Audit Salah Satu Metode Audit
Privilege audit dilakukan dengan cara melakukan review secara lengkap terhadap semua “group” dan “accont” dalam sebuah sistem jaringan untuk sebuah organisasi. Misalnya, ketika seseorang karyawan dimutasi dalam sebuah organisasi, maka nama karyawan tersebut seharusnya dihapus dari grup yang sama. Kesalahan dalam melakukan hal tersebut dapat menyebabkan seseorang user bisa mendapatkan akses lebih tinggi yang seharusnya didapatkan oleh user tersebut.
Gambar 2 Pengaturan Grup dan Account yang tepat, salah satu metode Privilege Audit

2.      Usage Audit
Audit jenis ini melakukan verifikasi apakah perangkat lunak dan sistem yang digunakan dalam sebuah organisasi dipakai secara konsisten dan tepat sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam organisasi tersebut. Audit ini akan melakukan review secara lengkap dari sis fisik sebuah sistem, men-verifikasi konfigurasi perangkat lunak dan aktifitas secara yang lain.
Gambar 3 Usage audit merupakan salah satu metode audit sistem
Perhatikan yang utama dari audit ini adalah bagaimana peng-instalan dan lisensi perangkat lunak dengan benar. Organisasi harus menguji secara berkala untuk melakukan verifikasi bahwa hanya perangkat lunak yang dilisensi oleh organisasi tersebut yang boleh di install di setiap komputer yang ada dalam organisasi tersebut.
Gambar 4 Penggunaan Software yang berlisensi salah satu parameter usage audit
            Selain masalah perangkat lunak dan keamanan fisik sistem yang di audit, hal yang juga menjadi perimbangan adalah masalah lubang keamanan yang mungkin saja ditimbulkan oleh perangkat lunak yang di install di dalam sistem organisasi tersebut. Sehingga harus dapat dipastikan bahwa perangkat lunak perangkat lunak di install tersebut di update sesuadu dengan kebutuhanya.
Gambar 5 Mekanisme update software termasuk dalam parameter usage audit
            Audit ini juga melakukan pengujian terhadap penggunaan jaringan komputer dalam sebuah organisasi. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui apakah sumber daya jaringan komputer digunakan penggunaanya akan diberi tanda oleh proses audit ini dan dapat dihentikan sebelum hal ini menjadi masalah di kemudian hari.

3.      Escalation Audit
Eskalasi audit menfokuskan seputar bagaimana pihak manajemen/decision makes mengendalikan sistem jaringan jika menemukan masalah darurat terhadap sistem tersebut.
Jenis audit ini akan melakukan pengujian bagaimana sebuah organisasi mampu menghadapi masalah – masalah yang mungkin muncul ketika keadaan darurat terjadi. Misalnya pengujian dan proses verifikasi sistem terhadap “disaster recovery plans” dan “business continuity plans” . jenis – jenis perencanan ini dapat menjadi “outdated” secara cepat dan sebuah proses audit dapat digunakan untuk menjamin bahwa segala sesuatu segala sesuatunya dapat diselesaikan dan rencana – rencana tersebut dapat sukses diterapkan jika masalah terjadi pada sistem jaringan komputer.

4.      Tools IT Audit
Tools yang dapat digunakan untuk membantu pelaksaan Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool – tool tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.
Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi.
a.       ACL
ACL (Audit Command Language) merukapa software CAAT (Computer Assisted Audit Techiques) yang sudah sangat popular untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
ACL for Windows (Sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (Teknik Audit Berbasis Komputer) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau pemprosesam data elektronik.
b.      Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techiques) seperti halnya ACL yang dapat digunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber. Picalo bekerja dengan mengunakan GUI Front End.
Kegunaannya :
§  Menganalisa data
§  Mengimport file Exceel, CVS dan TSV ke database
§  Analisa event jaringan yang iteraktif
§  Mengimport email
§  Menanamkan control
c.       Powerteech Compliance Assessment
Merupakan audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan membenchmark user acces to data, publick authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator right.
d.      Nipper
Merupakan audit atutomation software untuk mengaudit dan menbenchmark konfigurasi router yang berbasis open source.
e.       Nessus
Merupakan sebuat vulnerability assessment software untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem.
f.       Metasploit
Merupakan sebuah penetration testing tool yang digunakan untuk mencari celah keamanan.
g.      NMAP
Merupakan open source ulity untuk melakukan security auditing untuk mengekspolrasi jaringan, banyak administrator  menggunakan aplikasi ini untuk menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan.
h.      Wireshark
Merupakan apliasi analisa network protocol paling digunakan di dunia yang bisa mencapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandarkan de facto dibanyak industry dan pendidikan.
.
 Sumber



0 komentar:

Posting Komentar